haiiiii!!
Haaaaiiiiii. . .!
Udah lama bangeddd nii gue gag update diary gue di blogg... hhe.
Oia, 2 puisi tadi adalah puisi pesenan dari temen-temen gue,, tauu dah bagus apa engga. Gue lagi gag da feel siih bikinnna.
Gue pengen berbagi nii disini,, akhirr-akhir ini guee lagi ngerasa senengg ajjh, feelgue kayana udah ada yang ngisi.. yaa, kalo menurut ceramah guee sii,, gue kaya udah nemuin unsur QUANTA!!! (Mau tauu quanta tuhh apaan?? Ribedh gue jelasinnya, makanya baca doonkh Quantum Ikhlas,, hhe.)
Whaaat a great!! Moga ajjah semuanya bisa teruss ada tanpa halangan apapun. Aminn.
Wednesday, 20 May 2009
19th poetry: guru pelita dunia
Di kala malam mulai menjemput senja
Saat kegelapan dunia mulai menerawang
Engkau hadir bagai pelita dunia
Menerangi kegelapan layaknya bintang
Kau tuntun langkahku dengan cahayamu
Memberiku peringatan tentang rambu hitam dan putih
Mewarnai tiap lembar pelajaran kehidupan
Membimbingku menuju suatu pencerahan jiwa
Ku terima semua keterpelajaran hidup darimu
Ku dengar semua nasihat dan motivasimu
Telah ku alirkan semangatmu dalam tiap darahku
Cambuk semangatku adalah segala pengorbanan tulusmu
Semua jasamu telah terukir dalam dinding hati
Apresiasi penghargaan tertinggi ku berikan untukmu
Atas dasar itu ku berjanji akan berprestasi
Dan menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa
Agar dapat membanggakan engkau sebagai guruku
Setitik pengabdian yang kau beri
Telah menghasilkan segala hal yang berharga untukku
Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan jiwa kuucapkan,
Terima kasih guru
Saat kegelapan dunia mulai menerawang
Engkau hadir bagai pelita dunia
Menerangi kegelapan layaknya bintang
Kau tuntun langkahku dengan cahayamu
Memberiku peringatan tentang rambu hitam dan putih
Mewarnai tiap lembar pelajaran kehidupan
Membimbingku menuju suatu pencerahan jiwa
Ku terima semua keterpelajaran hidup darimu
Ku dengar semua nasihat dan motivasimu
Telah ku alirkan semangatmu dalam tiap darahku
Cambuk semangatku adalah segala pengorbanan tulusmu
Semua jasamu telah terukir dalam dinding hati
Apresiasi penghargaan tertinggi ku berikan untukmu
Atas dasar itu ku berjanji akan berprestasi
Dan menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa
Agar dapat membanggakan engkau sebagai guruku
Setitik pengabdian yang kau beri
Telah menghasilkan segala hal yang berharga untukku
Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan jiwa kuucapkan,
Terima kasih guru
18th poetry: Perpisahan
Telah lalu masa-masa perkenalan
Bersama cerita-cerita indah saat bersamamu
Yang nanti menyisakan sebuah kenangan
Semua tentang kisah kita, aku dan mereka
Telah lalu semua canda dan tawa
Yang dibalut oleh perjalanan waktu nan indah
Haruskah ada akhir kala terciptanya sebuah awal
Lalu mengapa ada hitam meski putih telah suci
Yang nyata berasal dari tak nyata
Semua bisa dilihat dari kebenaran stigma
Ketika perpisahan telah menjadi takdir
Marilah kita terima dengan lapang dada
Kenangan tak kan pernah pudar
Meski telah tertanam di hati
Hingga akhirnya tumbuh berkembang hiasi hati
Semua karena memori indah kelak kan kita rindukan
Ketika nanti kita berjumpa lagi
Bersama cerita-cerita indah saat bersamamu
Yang nanti menyisakan sebuah kenangan
Semua tentang kisah kita, aku dan mereka
Telah lalu semua canda dan tawa
Yang dibalut oleh perjalanan waktu nan indah
Haruskah ada akhir kala terciptanya sebuah awal
Lalu mengapa ada hitam meski putih telah suci
Yang nyata berasal dari tak nyata
Semua bisa dilihat dari kebenaran stigma
Ketika perpisahan telah menjadi takdir
Marilah kita terima dengan lapang dada
Kenangan tak kan pernah pudar
Meski telah tertanam di hati
Hingga akhirnya tumbuh berkembang hiasi hati
Semua karena memori indah kelak kan kita rindukan
Ketika nanti kita berjumpa lagi
Sunday, 10 May 2009
17th poetry: Selamat Pagi Cinta
Saat kau buka mata dari malam panjangmu
Terbangun dari semua mimpi yang hiasi malammu
Khayalanmu masih terbang jauh terawang
Masih terbuai dari mimpi-mimpi indahmu
Ku langkahkan kaki tuk mendekatimu
Ku dekati dirimu yang masih terbuai
Lalu ku tawarkan keindahan
Dan ku berikan manisnya sebentuk hati dan kasihku
Pandangi wajahmu pagi ini
Selalu membuatku ceria
Ku jalani hariku dengan harapan
Agar kau selalu merasa bahagia dan indah bersamaku
Buang jauh rasa ragu di hatimu
Percayakanlah padaku
Ku ingin membahagiakanmu
Dengan dibingkai sebentuk ketulusan
Ku tak pernah ingin membuatmu menyesal di hidupmu
Dan untuk kau yang telah memilihku
Kan ku sambut harimu dengan untaian kata
Lalu ku ucapkan dengan sepenuh hati
Selamat pagi cinta...
Terbangun dari semua mimpi yang hiasi malammu
Khayalanmu masih terbang jauh terawang
Masih terbuai dari mimpi-mimpi indahmu
Ku langkahkan kaki tuk mendekatimu
Ku dekati dirimu yang masih terbuai
Lalu ku tawarkan keindahan
Dan ku berikan manisnya sebentuk hati dan kasihku
Pandangi wajahmu pagi ini
Selalu membuatku ceria
Ku jalani hariku dengan harapan
Agar kau selalu merasa bahagia dan indah bersamaku
Buang jauh rasa ragu di hatimu
Percayakanlah padaku
Ku ingin membahagiakanmu
Dengan dibingkai sebentuk ketulusan
Ku tak pernah ingin membuatmu menyesal di hidupmu
Dan untuk kau yang telah memilihku
Kan ku sambut harimu dengan untaian kata
Lalu ku ucapkan dengan sepenuh hati
Selamat pagi cinta...
Saturday, 9 May 2009
16th poetry: Waktu yang tepat
Pernah ku berpikir tentang kita
Tentang dua hati yang tak pernah menyatu
Tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan
Dan berlatar sebuah kasih tak sampai
Sempat ku pergi jauh darimu
Menenangkan badai jiwa yang melanda
Kala hatimu memilih yang lain
Tlah ku relakanmu jika kau berbahagia
Saat rasa itu datang
Itulah waktu yang tepat tuk berpisah
Saat kau palingkan arah
Itulah saat ku mengerti cinta
Cinta tak harus memiliki
Namun ternyata
Kau tersakiti dan terlukai
Dia yang telah kau pilih
Mengkhianatimu
Sedang disini ku terasing dalam lara
Memikirkanmu dan mengkhawatirkanmu
Ku ingin hadir menemanimu
Mengisi harimu membuat kau tersenyum kembali
Saat rasa itu datang
Inilah waktu yang tepat tuk ku kembali
Saat kau tersenyum lagi
Inilah saat ku mengerti cinta
Cinta harus saling mengerti dan menyatukan
Tentang dua hati yang tak pernah menyatu
Tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan
Dan berlatar sebuah kasih tak sampai
Sempat ku pergi jauh darimu
Menenangkan badai jiwa yang melanda
Kala hatimu memilih yang lain
Tlah ku relakanmu jika kau berbahagia
Saat rasa itu datang
Itulah waktu yang tepat tuk berpisah
Saat kau palingkan arah
Itulah saat ku mengerti cinta
Cinta tak harus memiliki
Namun ternyata
Kau tersakiti dan terlukai
Dia yang telah kau pilih
Mengkhianatimu
Sedang disini ku terasing dalam lara
Memikirkanmu dan mengkhawatirkanmu
Ku ingin hadir menemanimu
Mengisi harimu membuat kau tersenyum kembali
Saat rasa itu datang
Inilah waktu yang tepat tuk ku kembali
Saat kau tersenyum lagi
Inilah saat ku mengerti cinta
Cinta harus saling mengerti dan menyatukan
15th poetry: Menikmati indahnya sakit hati
Salahkanku
Bila ku jatuh hati padamu
Salahkanku
Bila ku selalu mengharapkanmu
Salahkanku
Salahkan aku. . .
Mungkin juga
Ku tak baik untukmu
Mungkin karena
Kau telah memilih yang lain
Mungkin saja
Mungkin karena itu ...
Salahkan diriku...
Jika ku mencintaimu
Dan ku ingin bersamamu
Mungkin semua karena...
Kamu yang terindah
Mungkinkah dirimu
Melihat hancurnya hatiku
Dan telah mengendap lara
Namun ku coba tegar menghadapinya
Hanya satu pintaku
Berbahagialah disana dengan dia
Dan dia yang menggantikanku menjagamu
Biarlah ku nikmati indahnya sakit hati ini
Sendiri............................................
Bila ku jatuh hati padamu
Salahkanku
Bila ku selalu mengharapkanmu
Salahkanku
Salahkan aku. . .
Mungkin juga
Ku tak baik untukmu
Mungkin karena
Kau telah memilih yang lain
Mungkin saja
Mungkin karena itu ...
Salahkan diriku...
Jika ku mencintaimu
Dan ku ingin bersamamu
Mungkin semua karena...
Kamu yang terindah
Mungkinkah dirimu
Melihat hancurnya hatiku
Dan telah mengendap lara
Namun ku coba tegar menghadapinya
Hanya satu pintaku
Berbahagialah disana dengan dia
Dan dia yang menggantikanku menjagamu
Biarlah ku nikmati indahnya sakit hati ini
Sendiri............................................
Sunday, 3 May 2009
Tentang sekitar kita. . .
Banyak orang yang bertanya ketika mendapatkan sebuah ketidakbiasaan dalam hidupnya. Apa yang seharusnya dia dapatkan berbeda dengan apa yang di terima. Dan banyak orang yang tidak bisa menerima apa yang dia dapat dari hasil semua pengorbanannya. Semestinya kita masih bisa mendapatkan keinginan yang ingin kita wujudkan dari apa yang telah kita miliki sebagai modal pelajaran yang berharga. Penghargaan dari apa yang kita lakukan tidaklah harus sesuai dengan apa yang kita harapakan. Kaena penghargaan paling tinggi untuk diri kita adalah saat dimana hati dan diri kita turut merasa senang dan ikhlas dari apa yang orang lain dapatkan.
Kita dinilai dari apa yang kredit apa yang diberikan seseorang terhadap kita. Cobalah untuk bersikap sebagai seorang yang baik. Dengan sandiwara baik yang kita mainkan, hati dan diri kita akan dengan senantiasa terbiasa melakukan sesuatu yang baik. Tapi siapapun dan apapun kita, dalam hati kita pasti ada suatu kontradiksi dalam hati tuk menentukan yang terbaik. Cara terbaik dalam menentukan sebuah kebenaran adalah dengan cara menempatkan diri kita agar menjadi baik didalam sebuah takdir. Jangan pernah menyalahkan Tuhan tentang takdir yang kita terima. Karena yang harus kita lakukan adalah menempatkan dan menjadikan diri kita di posisi sebaik-baiknya agar siap untuk menerima segala takdir Tuhan.
Setiap penekanan tentang hasil yang harus diperoleh terlalu berlebihan. Yang terpenting adalah sebuah penekanan dari usaha apa yang telah kita keluarkan dalam mencapai sebuah hasil. Hasil yang bagus memang perlu, tapi pelajaran yang kita dapat dari usaha-usaha yang telah kita lakukan akan dengan sendirinya akan menuntun kita menuju hasil yang baik. Pergunakanlah sebaik-baiknya ‘senjata’ yang kita punya untuk mengahadapi ‘perang’ dalam hidup kita. Sedangkan seburuk-buruknya keadaan adalah dengan menyesali ‘senjata’ yang kita punya. Keadaan itulah yang merupakan awal dari kekalahan kita atau defeated without the war. Pergunakanlah segala ‘senjata’ dikeliling kita untuk memenangkan sebuah ‘perang’. Karena sebuah ‘perang’ dapat kita menangkan dari beragamnya ‘senjata’ yang kita miliki, bukan dari samanya jenis ‘senjata’ yang kita miliki. Jadilah pribadi yang bersenjata lengkap karena kehidupan ini menggunakan pribadi yang siap untuk berperang.
Thanks to my inspire, Mario Teguh,,
Mario Teguh Golden Ways, every Sunday at 19.05 p.m
Kita dinilai dari apa yang kredit apa yang diberikan seseorang terhadap kita. Cobalah untuk bersikap sebagai seorang yang baik. Dengan sandiwara baik yang kita mainkan, hati dan diri kita akan dengan senantiasa terbiasa melakukan sesuatu yang baik. Tapi siapapun dan apapun kita, dalam hati kita pasti ada suatu kontradiksi dalam hati tuk menentukan yang terbaik. Cara terbaik dalam menentukan sebuah kebenaran adalah dengan cara menempatkan diri kita agar menjadi baik didalam sebuah takdir. Jangan pernah menyalahkan Tuhan tentang takdir yang kita terima. Karena yang harus kita lakukan adalah menempatkan dan menjadikan diri kita di posisi sebaik-baiknya agar siap untuk menerima segala takdir Tuhan.
Setiap penekanan tentang hasil yang harus diperoleh terlalu berlebihan. Yang terpenting adalah sebuah penekanan dari usaha apa yang telah kita keluarkan dalam mencapai sebuah hasil. Hasil yang bagus memang perlu, tapi pelajaran yang kita dapat dari usaha-usaha yang telah kita lakukan akan dengan sendirinya akan menuntun kita menuju hasil yang baik. Pergunakanlah sebaik-baiknya ‘senjata’ yang kita punya untuk mengahadapi ‘perang’ dalam hidup kita. Sedangkan seburuk-buruknya keadaan adalah dengan menyesali ‘senjata’ yang kita punya. Keadaan itulah yang merupakan awal dari kekalahan kita atau defeated without the war. Pergunakanlah segala ‘senjata’ dikeliling kita untuk memenangkan sebuah ‘perang’. Karena sebuah ‘perang’ dapat kita menangkan dari beragamnya ‘senjata’ yang kita miliki, bukan dari samanya jenis ‘senjata’ yang kita miliki. Jadilah pribadi yang bersenjata lengkap karena kehidupan ini menggunakan pribadi yang siap untuk berperang.
Thanks to my inspire, Mario Teguh,,
Mario Teguh Golden Ways, every Sunday at 19.05 p.m
Subscribe to:
Posts (Atom)