Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Monday, 20 December 2010

27th poetry: Sincere

Nobody knows what I feel to you.

Because they never want to understand.

And you never know my heart.

Open your eyes awhile to hear me closely...


My only wish is make you happy all day...

With a laugh and a smile that graced your day...

Although I know your heart was not in this place.

But I sincerely want to see you smile...


I've never felt like this before.

Until I had no strength anymore to stay away from you...


Let me a little close to you,
Let all people talk and all the censures,
I will stay in this way,
Cause I’m just staring you from my heart...


Thinking about you, that you say you love me its like a dream on my dream.
Let me be asleep forever if its only dream.

There is the way I love you.

And I expect nothing, besides seeing ur smile,

Because I sincerely for you...

26th poetry : Percaya Pada Hati

Kan ku kejar semua mimpi-mimpi indah
Kan ku lewati aral rintangan ini
Hingga akhirnya waktu kan menuntunku
Tuk tiba di pintu hatimu

Kan ku lakukan semua yang ku bisa
Kan ku berikan semua yang kupunya
Hingga akhirnya waktu memisahkan
Semua tentang kita

Izinkan aku tuk tinggal di hatimu
Tak perlu kau tanyakan mengapa
Percayakan dan sandarkanlah hatimu
Hingga nanti kita kan mengerti hati

Percaya pada hatimu dan hatiku
Kini saatnya aku tuk bersamamu
Menjalani kisah kita berdua
Merajut hangat sebuah cerita
Dan ku kan menjaga dengan setia
Janji kita yang terpatri indah

Monday, 15 November 2010

25th poetry: Masa Depan

Masa Depan



Saat kelabu jarak pandangku tak tentu arah
Terjatuh tak berdaya merangkai sepi
Tergetar badanku menyusuri jalan depan
Seakan semua siap menerkam menghempaskan raga


Ayunan kaki tetap melangkah
Bersiap mengecap getir dalam tiap pijakan
Udara dingin pun mulai menusuk sesak
Yang ku punya hanya sebatang lilin untuk menghangatkan badan
Dan menjaga lentera hati agar tidak kurang cahaya


Dimana aku berada
Dunia tragedi bagi mereka yang tersesat
Menjadi komedi untuk mereka yang tak mengais nilai
Dunia adalah kotak pandora yang tak akan terbuka
Biarlah dia membisu dan teruslah meraba berjalan lurus


Dalam kepekatan ini ku tekadkan iman mencari tempat berlabuh
Terus bangun dan bangkit meski terus berjatuhan
Tetap mencari cahaya yang tak pernah padam
Yang akan menerangi bahteraku mengarungi lautan ombak


Masa kiniku menggapai masa depan tuk ku nikmati peluhnya
Ku putuskan pijakan di bumi ini tak akan berhenti mencari
Dan terus menjaga api dari si lilin kecil ini di tengah hujan badai
Sambil menanti pelangi menghiasi indahnya
Dan hingga nanti aku bermandikan cahaya bulan saat langit penuh bintang

Thursday, 10 December 2009

24th poetry: Syukur

Ku buka mata ini dengan pancaran hati syukur

Ku peluk indahnya alam ini dengan sapaan hati kasih

Getar gelombang rasa ikhlas telah merasuk ke dalam kalbu

Sebagai jalur komunikasi antara aku dan Tuhan


Ku ejawantahkan segenap rasa syukur dalam hati

Ku tarik napas ku dalam-dalam dan ku hembuskan

Dan menyampaikan rasa terima kasihku kepada Tuhan

Ku percaya tak ada yang mustahil bagi Tuhan


Ku utuhkan keberanianku

Ku rasakan damainya kepercayaanku

Karena daya dan upayaku telah dijanjikan-Nya

Sebab Tuhan telah tetapkan hak untuk berbahagia


Lihat, dengar, dan rasakan

Betapa rasa syukur menjadi doa dalam kemakmuran

Mental, material, dan spiritual dalam satu kata syukur

Kan ku amalkan tuntunan mensyukuri kehidupan ini


Sebagai nyanyian doa dalam sanubari menuju bahagia...

Sunday, 16 August 2009

Kebaikan kan menunjukkan jalan-Nya

Segala cobaan datang silih berganti menguji
Menerpa dan menghantam rapuhnya dinding hati
Bahkan terkadang kita menyerah sebelum berperang
Hadapilah tanpa ragu dan lantangkan suaramu
Tegapkan badanmu, wibawakan sikap dan tingkah laku
Lalu fokuskan pandanganmu tuk melihat cahaya di depan
Tuhan mengutus cobaan agar kita sampai
Dengan melalui jalan-jalan kebaikan dan keikhlasan
Niscaya kita kan berjalan beriringan dengan-Nya

Sucikan hati dan damaikan diri
Putuskan kebaikan tuk masa depan
Dan melangkahlah di jalan yang lurus dan benar
Teguhkan hati dalam memutuskan dan utuhkan dalam doa
Karena Tuhan Maha Mendengar segala harapan
Cobaan dari-Nya adalah ujian kesungguhan kita tuk memantaskan diri
Dan sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan
Sebab kebaikan adalah jalan agar kita semakin dekat kepada Tuhan

Wednesday, 24 June 2009

23th poetry : Puisiku

Ketika hari yang datang silih berganti
Kau hadir tuk mendampingiku menghadapi waktu
Tuk hilangkan semua angkara
Dengan kau ubah dengan melihat baiknya dunia

Ku berbahagia dari apa yang kau bahagiakan
Tak henti ku bersyukur kepada Tuhan
Berharap kisah ini kan terus terjaga
Tuk menyatukan setiap helai nafas kita nanti

Kau berikan pelajaran akan sebuah ketulusan
Tentang hidup dan tentang cinta
Hanya kamu yang mengerti dan terbangkanku
Kau buat cinta ini mendayung menunjukkan jalannya

Dirimu adalah pelengkap hadirku di dunia
Kau buat segalanya menjadi lebih berarti
Janji yang terukir adalah sebuah harapan indah
Yang terindah lagi jika kita realisasikan bersama

Ku ejawantahkan cintamu sebagai yang terakhir dalam hidup
Cintamu yang kan selalu menghiasi taman hatiku
Meresapi tanahnya hingga berkembang bunga indahnya
dan namamu tlah ku labuhkan dalam semenanjung cintaku

Puisiku ini adalah murni ku persembahkan untuk cinta
Ku agungkan dalam hati
Demi mencari makna hakiki cinta sejati
Mencari kepingan hati yang sebenarnya satu

Saturday, 13 June 2009

22th poetry: Terajam Cinta

Saat kata-kata tak lagi bisa terucap
Saat raga ini lelah tertatih mengejar bayangmu
Dan saat hati ini menjerit terajam cinta
Ku hanya berharap semu tentangmu
Tentang benang indah tuk kita rajut berdua
Mendambakanmu tuk lalui semua itu bersamaku
Ingin ku genggam tanganmu
Lalu ku tatap wajah cantikmu
Ku cium mesra tangan lentikmu
Tuk memberimu sebentuk cintaku
Ku dekap dengan penuh kehangatan
Berdebar keras jantungku hanya tuk mengingatmu
Namun ternyata segalanya luruh
Hancur hingga merajang hatiku
Saat kau pergi tinggalkanku
Saat kau pilih dia sebagai pilihan hatimu
Ku memang tak sempurna tuk kau miliki
Tetapi dirimu telah tersimpan dalam palung hatiku
Ku jaga dengan sepenuh hati dan kasih
Tlah ku coba setia menunggumu disini
Menanti sebuah kepastian tuk milkimu
Namun tetap ku terima semua perlakuanmu ini
Segala kesungguhan hati yang ku beri
Tidakkah berbekas di hatimu?
Tidakkah kau merasakan jeritan hatiku ini?
Dan bila suatu saat nanti ku mati
Akankah baru kau sadari semua saat kau baca puisi ini?
Kini biarlah ku nikmati semua hingga batas akhirku

Sunday, 7 June 2009

21th poetry : Layaknya Hujan

Seperti hujan yang datang menyapa
Seketika itu pula kau pun bisa pergi
Layaknya angin yang datang ketika badai
Lalu pergi ketika mereda

Saat hati terasa sepi
Ku pandangi gemericik air yang jatuh ke bumi
Lalu ku merenung dalam hati
Apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi nanti

Sejenak kau hadir disini
Kau berikan sejuknya air di hatiku
Melepas haus relung jiwa akan dahaga
Seakan semua duka sirna karena hadirmu

Ku sadari akan arti penting kehadiranmu
Kau memang datang saat dibutuhkan
Setiap tetesnya berarti makna
Makna yang telah meresap ke dalam tanah hatiku

Wahai cinta akhirnya ku mengerti
Walau terasa kan sementara
Namun terciptanya damai hati ini
Takkan pernah terganti dan kan selalu abadi

Wednesday, 3 June 2009

20th poetry: Kehadiranmu

Lengkapi artiku dengan arti hadirmu
Karena kau diciptakan dari tulang rusukku
Kan ku sandingkan dirimu dalam ragaku
Telah ku temukan cinta dalam unsur quanta

Seperti langit yang tenang
Perlahan kau buatku melayang jauh terawang
Terbang bersama menuju suatu keindahan
Dengan setiap kepakan sayap kebahagiaan

Kan ku jaga rasa ini hanya untukmu
Tuk berikan seutuhnya hatiku dalam hatimu
Membahagiakanmu tuk lekatkan kehadiranmu
Mengerti dan pahami segala hal tentang dirimu

Meskipun kita terpisah jauh
Tak ada alasan bagiku tuk ingkari setiaku
Yakinlah kasih kau kan bahagia disampingku
Berhiaskan permata langit kan ku jaga semua untukmu...

Wednesday, 20 May 2009

19th poetry: guru pelita dunia

Di kala malam mulai menjemput senja
Saat kegelapan dunia mulai menerawang
Engkau hadir bagai pelita dunia
Menerangi kegelapan layaknya bintang

Kau tuntun langkahku dengan cahayamu
Memberiku peringatan tentang rambu hitam dan putih
Mewarnai tiap lembar pelajaran kehidupan
Membimbingku menuju suatu pencerahan jiwa

Ku terima semua keterpelajaran hidup darimu
Ku dengar semua nasihat dan motivasimu
Telah ku alirkan semangatmu dalam tiap darahku
Cambuk semangatku adalah segala pengorbanan tulusmu

Semua jasamu telah terukir dalam dinding hati
Apresiasi penghargaan tertinggi ku berikan untukmu
Atas dasar itu ku berjanji akan berprestasi
Dan menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa
Agar dapat membanggakan engkau sebagai guruku

Setitik pengabdian yang kau beri
Telah menghasilkan segala hal yang berharga untukku
Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan jiwa kuucapkan,
Terima kasih guru

18th poetry: Perpisahan

Telah lalu masa-masa perkenalan
Bersama cerita-cerita indah saat bersamamu
Yang nanti menyisakan sebuah kenangan
Semua tentang kisah kita, aku dan mereka

Telah lalu semua canda dan tawa
Yang dibalut oleh perjalanan waktu nan indah
Haruskah ada akhir kala terciptanya sebuah awal
Lalu mengapa ada hitam meski putih telah suci

Yang nyata berasal dari tak nyata
Semua bisa dilihat dari kebenaran stigma
Ketika perpisahan telah menjadi takdir
Marilah kita terima dengan lapang dada

Kenangan tak kan pernah pudar
Meski telah tertanam di hati
Hingga akhirnya tumbuh berkembang hiasi hati
Semua karena memori indah kelak kan kita rindukan
Ketika nanti kita berjumpa lagi

Sunday, 10 May 2009

17th poetry: Selamat Pagi Cinta

Saat kau buka mata dari malam panjangmu
Terbangun dari semua mimpi yang hiasi malammu
Khayalanmu masih terbang jauh terawang
Masih terbuai dari mimpi-mimpi indahmu

Ku langkahkan kaki tuk mendekatimu
Ku dekati dirimu yang masih terbuai
Lalu ku tawarkan keindahan
Dan ku berikan manisnya sebentuk hati dan kasihku

Pandangi wajahmu pagi ini
Selalu membuatku ceria
Ku jalani hariku dengan harapan
Agar kau selalu merasa bahagia dan indah bersamaku

Buang jauh rasa ragu di hatimu
Percayakanlah padaku
Ku ingin membahagiakanmu
Dengan dibingkai sebentuk ketulusan
Ku tak pernah ingin membuatmu menyesal di hidupmu

Dan untuk kau yang telah memilihku
Kan ku sambut harimu dengan untaian kata
Lalu ku ucapkan dengan sepenuh hati
Selamat pagi cinta...

Saturday, 9 May 2009

16th poetry: Waktu yang tepat

Pernah ku berpikir tentang kita
Tentang dua hati yang tak pernah menyatu
Tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan
Dan berlatar sebuah kasih tak sampai

Sempat ku pergi jauh darimu
Menenangkan badai jiwa yang melanda
Kala hatimu memilih yang lain
Tlah ku relakanmu jika kau berbahagia

Saat rasa itu datang
Itulah waktu yang tepat tuk berpisah
Saat kau palingkan arah
Itulah saat ku mengerti cinta
Cinta tak harus memiliki

Namun ternyata
Kau tersakiti dan terlukai
Dia yang telah kau pilih
Mengkhianatimu

Sedang disini ku terasing dalam lara
Memikirkanmu dan mengkhawatirkanmu
Ku ingin hadir menemanimu
Mengisi harimu membuat kau tersenyum kembali

Saat rasa itu datang
Inilah waktu yang tepat tuk ku kembali
Saat kau tersenyum lagi
Inilah saat ku mengerti cinta
Cinta harus saling mengerti dan menyatukan

15th poetry: Menikmati indahnya sakit hati

Salahkanku
Bila ku jatuh hati padamu
Salahkanku
Bila ku selalu mengharapkanmu
Salahkanku
Salahkan aku. . .

Mungkin juga
Ku tak baik untukmu
Mungkin karena
Kau telah memilih yang lain
Mungkin saja
Mungkin karena itu ...

Salahkan diriku...
Jika ku mencintaimu
Dan ku ingin bersamamu
Mungkin semua karena...
Kamu yang terindah

Mungkinkah dirimu
Melihat hancurnya hatiku
Dan telah mengendap lara
Namun ku coba tegar menghadapinya

Hanya satu pintaku
Berbahagialah disana dengan dia
Dan dia yang menggantikanku menjagamu
Biarlah ku nikmati indahnya sakit hati ini
Sendiri............................................

Saturday, 2 May 2009

14th poetry : Untuk Selamanya

Terjamahkah dalam hatimu
Tentang seorang yang terus bimbang
Namun bukan bimbang untuk memilihmu
Tetapi hanya karena ingin melihatmu bahagia

Ku habiskan waktu untukmu
Berbagi cerita tentang hidupmu dan hidupku
Bersamamu ku ingin lewati semua itu
Tak tersentuh dari segala yang menyakitimu

Kau telah hancurkan semua sandiwara palsu
Hanya dengan setitik perhatianmu
Dan dengan serta mengisi relung hati dan jiwaku
Hanya kamu yang bisa menenggelamkanku dalam duniamu

Walau terasa kan selamanya
Namamu tetap tersimpan tuk selalu diindahkan
Karena telah tertanam dan tumbuh berkembang dalam hati
Rasa ini yang selalu menginginkanmu terlindungi

Rasakanlah dengan hatimu
Alirkanlah dalam darahmu
Biarkan semua mengalir bagai air
Semua tentang kita untuk selamanya

13th poetry : Dengan atau tanpamu

Terejam jatuh dalam sebuah dilema
Ku tak bisa berpikir yang semestinya
Kemana semua akan pergi
Dan entah kapan semua terakhiri

Denganmu hatiku memainkan iramanya
Terus berdetak walau ku galau
Apa yang harus ku lakukan
Bagai malam tak lagi gelap
Dan siang tak lagi terang

Semua berbeda
Semua terlihat tak sama
Dan semua terasa begitu indah
Hanya karena kehadiranmu

Dan ketika ku berpaling menuju kelabu
Yang ku dapat hanyalah semu dan palsu
Hatiku tak lagi memainkan irama
Semua terasa jemu dan begitu hampa

Tanpamu ku lewati hari
Aku bisa melewatinya
Dan aku mampu tuk bertahan
Namun ku tak sanggup
Jika harus terus bersandiwara

Sunday, 5 April 2009

12th poetry : takdir hingga akhir waktu

Ketika cita tak terwujud
Dan semua mimpi yang tak terealisasi
Apa yang akan kau salahkan?
Dan argumen apa yang kau punya?

Saat dirimu sendiri dalam gagal
Dan sepi menjadi penyesalan dalam hati
Apa yang akan kau perbuat?
Langkah apa yang akan kau tuju?

Kala semua kegagalan tertempuh
Haruskah ditempuh dengan penyesalan?
Akankah sesal itu sendiri kan berguna?
Apakah itu kan menjadi solusi masalah?

Tenanglah wahai jiwa yang bimbang
Jawaban dari semua modus interogratif
Serta semua modus desideratif yang kau ingin
Terangkum semua dalam jalan takdir Tuhan

Jangan kau hanya diam dan pasrah
Sebab Tuhan tak kan mengubah takdirmu
Hanya kamu yang harus berusaha keras
Karena memang manusia ditakdirkan tuk terus berusaha

Hingga akhir waktu...

Tuesday, 31 March 2009

11th poetry : Langit

Langit…
Selalu tinggi tapi selalu merendah
Walau kadang dihiasi gelap terang
Lagit selalu indah untuk dipandang

Andai ku berdiri setinggi langit
Ku kan menikmati indahnya dunia
Jika nanti ku berada di langit nirwana
Ku kan hadapi problematik hidup dengan senyuman

Bagiku langit begitu luas
Hingga kadang logika hati begitu kecil
Langit nampak begitu tinggi
Sulit tuk menggapainya dalam pesimistis

Ketika dihadapkan dalam pilihan
Hatiku berkata iya
Sedangkan mulutku berucap tidak
Aliran darahku terkontaminasi untuk bergerak
Namun tubuhku terbujur kaku

Ku pandangi langit
Dia bisa begitu tenang walau badai datang
Ikuti alur hingga bisa kembali tenang
Ku ingin seperti langit…
Yang selalu tenang dan nikmati alur yang ada

Wednesday, 25 March 2009

10th poetry : BUKAN TAKDIR

Kumpulan asap pekat dihadapanku
Tlah menghalau sepak terjang langkahku
Ingin ku menembus semua dimensi waktu
Meski ku tahu, semua ini sudah batasku

Ku palingkan wajah mencari arah
Kebelakang, kiri, kanan, dan belakang
Namun tak satupun yang dapat ku tempuh
Hingga ku hanya terpaku di kabut yang menggigil

Ku berdiri dalam dilema
Sempat hatiku berkata untuk menyerah
Namun ku tampik dengan ku seret langkah
Tuk segera menentukan arah

Dan arah yang ku pilih tiada salah
Permadani edelweiz menghampar luas
Semua nampak begitu indah
Walau dahulu ku sempat gundah

Ku belajar oleh waktu dari semua
Pilihan kan tetap setia hadir
Percayakanlah memilih dari keyakinan dan usaha
BUKAN TAKDIR

Monday, 16 March 2009

9th poetry: fight against

Stony that precipitate in heat
Race with the grey cloud
To bring the rain seeds in chaff
Writhe to aroused extinguishes burning fires



Heat can not fight against
And now, frost
When are being attacked night wind winter
Only kept to do nothing when storm come



But slowly grey cloud go
Storm has gone away
Leave over blue sky carpet
And now sun has appearance



The sun warm peep out new hope
In liquefying the frozen rock
Go to one confidence
To prepare itself
To have and to accomplish the sun